Non woven geotextile merupakan material geosintetik yang tidak teranyam serta berbentuk seperti karpet kain berupa lembaran.  Material ini bersifat permeabel serta tersusun oleh kumpulan dari serat polimer yang terbuat dari polypropylene atau PET.

Material ini sangat penting dalam pekerjaan teknik sipil seperti dipakai pada proyek penguatan tanah maupun pengerjaan konstruksi lainnya.

Berikut ini adalah beberapa keutungan menggunakan material non woven geotextile dalam setiap pembangunan.

1. Menghemat Waktu Konstruksi

Penggunaan non woven geotextile mampu menghemat waktu konstruksi karena non-woven geotextile dapat mengganti bahan konstruksi massal lainnya sehingga dapat memperkuat infrastruktur, pasokan drainase, dan fungsi penghalang untuk mengurangi penggunaan material timbunan.

Tanah yang diperkuat dengan non woven geotextile dapat dengan cepat disusun dan bisa segera dipakai untuk berbagai konstruksi, seperti jalan raya dan kereta api sehingga secara efektif mampu mengurangi waktu konstruksi .

2. Hemat Biaya Pemeliharaan

Non woven geotextile memberikan pengaruh penting untuk berbagai aspek konstruksi yang berkepanjangan, salah satu yang paling signifikan yaitu soal daya tahan.

Bahan geosintetik dapat memberikan ketahanan yang panjang dan berguna untuk proyek yang memerlukan usia yang panjang seperti jalan, jembatan, gedung, serta struktur penting lainnya yang mengharuskan mampu bertahan selama mungkin.

Non woven geotextile dapat mengurangi biaya perawatan hingga 3 kali lipat pada penggunaan lapisan jalan raya serta mampu memberikan daya tahan jalan hingga 30 sampai 40 tahun.

Hal ini jelas sangat menghemat biaya dibandingkan dengan pelapisan aspal biasa tanpa adanya penambahan material ini.

3. Ramah Lingkungan

Kehadiran non woven geotextile turut membantu mengatasi permasalahan lebih dari 700 juta ton sampah setiap tahun yang tidak dikelola dengan cara yang baik bagi lingkungan. Non woven geotextile hadir berkat adanya perkembangan daur ulang serta pengolahan limbah yang semakin canggih dan efisien.

Sebelumnya sampah hanya dipindahkan ke lokasi pembuangan jauh dari rumah. Hal ini dapat menyebabkan kontaminasi lokal dan polusi air pada air di bawah permukaan tanah, anak sungai, sungai, danau, dan lautan.

Non woven geotextile tidak hanya penting dalam menciptakan infrastruktur dan perlindungan lingkungan, namun juga menjadi bagian penting pengelolaan sampah. Sebab non woven geotextile membantu mengurangi sampah di tempat pembuangan dan fasilitas pengolahan air.

4. Lebih Awet Dibandingkan Material Organik

Pembuatan selembar non woven geotextile melalui beberapa tahapan seperti proses kimiawi, mekanik, termal (dengan panas), maupun solvent.

Non woven geotextile yang telah menyatu ini tidak lagi berbentuk serat terpisah, namun berubah menjadi suatu lembaran utuh berpori dan memiliki kekuatan tarik yang tinggi.

Hal Inilah yang membuat non woven geotextile lebih tahan lama dibandingkan material organik. Ketahanan non woven geotextile sangat baik terhadap perubahan suhu, cuaca, bahan kimia, bahkan mikroorganisme.

Faktor ini juga yang yang membuat material geosintetik ini memiliki kegunaan yang luas, mulai dari fungsi filtrasi pada pengolahan air dan aplikasi perlindungan air tanah lainnya.

Non-woven geotextile juga merupakan bagian penting dari dinding vertikal, penyangga jembatan, serta prasarana transportasi. Pembangunan dengan menggunakan non woven geotextile diperkirakan mampu bertahan hingga 50 tahun atau lebih.

Umur kinerja yang diharapkan dari non woven geotextile di lokasi pembuangan sampah yaitu lebih dari 400 tahun. Non woven geotextile tidak hanya digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama, namun juga mampu melindungi air tanah, lingkungan serta kesehatan manusia dari limbah.