Sistem kerja berbasis work from home (WFH) membuat platform online seperti Zoom dan Skype populer. Platform tersebut sering digunakan sebagai media untuk berdiskusi dan mengecek kehadiran karyawan.

 

Ini disebut dunia kerja, dan tidak mungkin tanpa nama yang salah. Apalagi sejak menggunakan sistem kerja WFH, perselisihan antar rekan kerja semakin banyak terjadi karena keterbatasan komunikasi.

 

Jika suatu saat rekan kerja melakukan kesalahan, berikut beberapa tips untuk memarahinya agar tidak merasa dipermalukan di depan umum.

 

Bagi kamu yang ingin mendirikan PT kamu bisa langsung kunjungi Jasa Pembuatan PT dan Biaya Pembuatan PT

 

1. Pesan pribadi

 

Misalnya, jangan mencaci kelompok besar jika rekan kerja melakukan kesalahan saat rapat Zoom. Kami menyarankan Anda mengirim pesan secara pribadi melalui grup dengan menentukan nama penerima. Oleh karena itu, hanya orang yang ditunjuk yang dapat membaca pesan tersebut.

 

Dengan cara ini, rekan kerja tidak perlu menanggung rasa malu atas kesalahan mereka sendiri. Dia juga tidak akan dikenakan sanksi oleh atasannya atas pelanggaran.

 

2. Gunakan fungsi pesan suara

 

Jika Anda malas mengetik, Anda bisa menggunakan fitur voicemail untuk mengirim pesan. Fitur ini memudahkan Anda untuk memberikan penjelasan detail atas kesalahan yang dilakukan rekan kerja. Jadi, dia juga bisa bersih-bersih hari itu dan keesokan harinya.

 

Sebelum merekam suara Anda, perhatikan jarak antara mulut dan mikrofon smartphone Anda. Pastikan jaraknya tidak terlalu jauh agar kualitas voice note-nya bagus. Kolega juga dapat mendengarkan penjelasan Anda.

 

3. Gunakan telepon umum

 

Kondisi jaringan internet sangat mempengaruhi kualitas voice note atau panggilan online. Jika informasi yang ingin disampaikan penting sebaiknya menggunakan telepon umum yang dapat diakses melalui masing-masing provider.

 

4. Perhatikan nada suara

 

Anda merasa diajari saat rekan kerja melakukan kesalahan, terutama jika hal itu secara langsung memengaruhi produktivitas Anda sendiri. Sekalipun Anda sedang kesal, gunakan nada suara saat menyampaikan kata-kata Anda agar tidak mengejutkan dan menyakiti hati orang yang mendengarnya.

 

Bisnis semakin panjang ketika rekan kerja sudah terluka. Hubungan bisa rapuh, yang bisa membuat Anda tidak nyaman di tempat kerja, meski Anda masih bekerja dari rumah. Toh, selama pekerjaannya relevan, Anda pasti akan berkomunikasi dengan rekan kerja tersebut.

 

5. Gunakan bahasa yang sopan

 

Sama seperti intonasi, pemilihan kata perlu diperhatikan saat menegur seseorang. Walaupun orang yang ditegur masih junior, tidak ada salahnya menggunakan kata-kata yang sopan, agar tegurannya lebih mudah terdengar. Pilihan kata-kata yang baik mencerminkan pilihan Anda untuk penyelesaian damai daripada pertengkaran.

 

Jika emosi menguasai Anda, sebaiknya istirahat dan memarahi rekan kerja. Lebih baik menunggu daripada mengucapkan kata-kata yang berantakan dan menyakitkan. Ingat, sakit hati tidak bisa disembuhkan.

 

6. Beri pengertian

 

Adalah normal bagi junior untuk membuat kesalahan di tempat kerja. Daripada menunda-nunda masalah, biarkan junior memiliki informasi yang mereka butuhkan. Dengan begitu, Anda tidak akan membuat kesalahan ini lain kali.

 

Sudah sepantasnya yang lebih tua melindungi yang lebih muda. Jika suatu saat Anda dibawa sebagai pemimpin perusahaan Anda, anggap ini sebagai bentuk pelatihan. Karena pemimpin yang baik adalah yang mau melindungi, bukan diktator.

 

7. Cukup untuk konsumsi pribadi

 

Anda tidak perlu membeberkan kesalahan rekan kerja kepada orang lain untuk mencegahnya mengambil tindakan. Tidak ada pencegahan, apa pun yang akan dia balas. Di masa depan, dia akan berusaha sebaik mungkin untuk menemukan kesalahan dan menarikmu ke dalam air, jadi lupakan saja.

 

Yang terbaik adalah menyimpan bug ini untuk konsumsi pribadi, meskipun tidak mudah menyembunyikan sesuatu sendirian. Setidaknya kamu bisa belajar sesuatu lewat event ini, ya!

 

8. Saling mengingatkan

 

Alih-alih memarahi rekan kerja di depan umum, ingatkan dia tentang apa yang dia lakukan. Misalnya, ketika seorang kolega tidak responsif dalam sekelompok besar orang, Anda dapat mengingatkannya untuk lebih memperhatikan kelompok ini ketika dia sedang bekerja. Oleh karena itu, ia tidak sering ditegur oleh atasannya.

 

Jika Anda melakukan kesalahan, jangan lupa untuk memintanya membantu Anda melakukan hal yang sama. Dengan saling mengingatkan, kesalahan bisa diperbaiki sebelum orang lain menyadari kesalahannya. Hubungan baik antar rekan kerja juga akan terbina dengan sendirinya.

By roket