Beragam Pemicu Mata Juling, Mata juling membuat pasiennya terlihat seperti menyaksikan ke dua arah yang lain. Pemicu mata juling ialah abnormalitas atau masalah pada otot mata, hingga status dan pergerakan biji mata tidak normal. Pada mata juling atau strabismus, arah ke-2 mata terlihat tidak lempeng atau sejajar. Penyakit mata juling dapat dirasakan oleh siapa, tetapi umumnya terjadi pada anak-anak.

Baca juga artikel lainnya di: https://www.bodyhealthmagz.com/2019/03/cockeye-definition-causes-symptoms.html

dengan homepage: https://www.bodyhealthmagz.com

Mata juling terjadi saat otot-otot mata tidak bekerja bersama secara baik, hingga status dan pergerakan biji mata terusik. Mengakibatkan, otak akan terima info yang lain dari tiap-tiap mata. Bila keadaan ini tidak ditangani, makin lama mata yang memiliki masalah menjadi buta.

cockeye

Mata juling dapat terjadi semenjak kanak-kanak ataupun waktu dewasa. Berikut penuturannya:

Pemicu Mata Juling pada Anak-anak

Umumnya pasien mata juling memang tercipta dengan keadaan itu, atau merasakannya saat kanak-kanak. Resiko seorang anak untuk menanggung derita mata juling akan semakin besar jika ada salah satunya anggota keluarganya yang menanggung derita mata juling.

Masalah pada otot mata yang mengakibatkan mata juling ini dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, misalnya:

• Mengalami lumpuh otak atau cerebral palsy.
• Memiliki cacat bawaan lahir atau abnormalitas genetik, seperti sindrom Prader-Willi, sindrom Down, dan
sindrom Apert, yakni abnormalitas genetik yang mengakibatkan permasalahan pada perubahan tengkorak, wujud kepala, dan muka.

• Terlahir prematur.
• Terkena infeksi, seperti rubella, ketika ada dalam kandungan.
• Menderita tumor otak atau hemangioma di dekat mata, saat

Penyakit Mata Juling pada Orang Dewasa

Mata juling bisa juga terjadi ke orang dewasa karena masalah atau penyakit tertentu, salah satunya:

1. Permasalahan pada saraf dan otak
Beberapa abnormalitas yang serang saraf dan otak, seperti stroke, tumor otak, hidrosefalus (penimbunan cairan di otak), cidera kepala berat, dan sindrom Guillain-Barré, bisa mengakibatkan kekurangan atau kelumpuhan pada otot mata, hingga memunculkan mata juling.

2. Abnormalitas refraksi mata yang tidak terevisi
Permasalahan ketajaman pandangan atau abnormalitas refraksi mata, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme, akan membuat mata bekerja extra. Bila mata telah bekerja terlampau berat dan masalah itu tidak diatasi, karena itu makin lama mata bisa menjadi juling.

3. Cidera pada mata
Cidera yang mengakibatkan patahnya tulang tengkorak di dekat mata, kerusakan pada otot atau saraf mata, dan robekan otot mata dapat mengakibatkan mata juling. Cidera ini umum terjadi karena kecelakaan jalan raya, bentrokan atau pukulan pada mata, dan cedera tusuk yang berkenaan otot mata.

4. Penyakit Graves
Penyakit Graves adalah tipe penyakit autoimun yang serang kelenjar tiroid. Pasien penyakit Graves bukan hanya alami permasalahan pada metabolisme, tetapi pada mata.
Penyakit Graves bisa mengakibatkan penonjolan biji mata (exophthalmos), dan kerusakan saraf dan otot mata. Perihal ini pula yang membuat pasien penyakit Graves alami mata juling.
Selainnya beberapa penyakit di atas, beberapa keadaan klinis lain, seperti diabetes yang tidak termonitor dan botulisme, dapat mengakibatkan mata jadi juling.

Karena pemicu mata juling dapat berbagai macam, karena itu pasiennya perlu memperoleh pengecekan dari dokter mata secara detail. Sesudah pemicu mata juling dijumpai, dokter mata akan memberi pengatasan yang pas untuk menanganinya.

Mata juling dapat diatasi dengan pemakaian kacamata atau lensa contact khusus, cairan khusus yang diteteskan atau disuntikkan pada mata, latihan otot mata, dan operasi mata. Pengatasan mata juling perlu selekasnya dilaksanakan untuk menahan kerusakan tetap pada mata.