16/06/2021

Blog Riview

Blog Riview

dampak dari warna pada sebuah iklan

Otak manusia terima signal bisa lebih cepat lewat mata dibanding telinga. Performa visual semestinya lebih menarik bila diperbandingkan dengan indra yang lain, apa saja media penyuguhannya . Sehingga, ada sistem yang bisa tingkatkan daya magnet visual. Indra lain memberikan fasilitas daya magnet visual, dan penting untuk dikonsentrasikan.

belanja di kanari store, yang warna kuning.

Contoh tipikal ialah warna jika dibarengi dengan audio, dan tulisan. Menurut sebuah riset, perusahaan bujet besar habiskan miliaran dalam penelitian pasar warna, yang menolong dalam peningkatan produk dan pengepakan. Warna, bersama-sama dengan content, menolong menyentuh ketertarikan pengunjung dan membuat menelusuri website semakin lama. Artikel yang penuh warna akan membuat pembaca membacanya sampai akhir. Warna membuat segala hal kelihatan lebih ramah.

Warna dijumpai memengaruhi sikap seorang. Seperti warna biru yang disebutkan mempunyai dampak rileksasi. Merah menyimbolkan nafsu dan cinta. Sebuah website kencan bisa mempunyai warna background merah. Restaurant cepat sajian mempunyai kisah ceria mengenai makanan yang dihiasi dengan cantik pada dinding. Ini memikat hasrat konsumen setia dan konsumen setia menangkap makanan, makan, dan pergi secara cepat. Dan berikut reaksi yang diinginkan.

Dampak sinar dapat dipakai untuk bermain dengan pemikiran pemirsa. Iklan, khususnya untuk produk makanan, mempunyai lampu yang ditaruh secara vital. Dampak sinar memacu hormon di otak, yang tingkatkan rasa lapar. Bila hal sama ditaruh di lokasi yang sedikit redup, itu tidak sama memikat.

Beberapa negara di penjuru dunia mempunyai budaya berlainan yang menyambungkan warna dengan satu kejadian atau emosi. Keadaan cuaca jadi pemicunya. Seperti pada Amerika, orang menyambungkan hitam dengan kematian dan seperti pada Asia, putih dihubungkan dengan kematian. Orang yang tinggal di dekat khatulistiwa menyenangi beberapa warna hangat dan beberapa orang yang tinggal di dekat kutub menyenangi beberapa warna dingin.

Itu ialah satu kewajiban untuk advertiser untuk mempunyai pengetahuan mengenai warna dan apa yang mereka rujuk juga. Hitam memiliki arti keanggunan, kehebatan, rayuan, dan mistis. Putih memiliki arti kenyamanan, murni, bersih, halus dan tahan lama muda. Emas memiliki arti prestise, kemewahan, dan elit. Perak memiliki arti prestise, ilmiah, dan dingin. Kuning memiliki arti kehangatan, kebahagiaan dan keceriaan. Oranye memiliki arti kehangatan, keceriaan, dan semangat. Merah memiliki arti cinta, keceriaan, kemampuan, nafsu, dan bahaya. Pink memiliki arti nurture, sweet, soft, dan security. Hijau memiliki arti alam, fresh, kesuburan, dan kelimpahan. Biru memiliki arti bagus, keyakinan, pemilikan, dan keunggulan. Dan paling akhir, Ungu memiliki arti religius, royalti, dan martabat.

Dari pemikiran advertiser, bisa diambil kesimpulan jika warna bisa tentukan rutinitas belanja customer. Hitam, biru, merah, dan oranye menarik konsumen stimulanif. Konsumen pintar ketarik pada warna merah muda, biru muda, dan biru tua. Perusahaan memakai warna dalam simbol, iklan, dan lain-lain., Untuk sampaikan pesan yang pas ke konsumen setia. Iklan Wal-Mart mempunyai background biru tua dan garis tangkapnya ialah “Kami jual pada harga tambah murah”, yang memiliki arti konsumen setia pintar ialah arah mereka. Mercedes mempunyai simbol perak, sesuai kelasnya.

warna kuning pada kanari store bermakna ceria, agar membawa keceriaan pada siapapun yang membeli di kami.

Saat sebelum membuat iklan, konsumen setia yang ditarget harus dikenal dan advertiser jangan memakai warna sebagai favorite individu mereka tapi sesuai kampanye iklan. Iklan untuk beberapa anak seharusnya mempunyai warna yang ceria dan ceria. Kuning, merah, biru dan hijau yang disebut warna primer sebagai warna yang memancing ketertarikan anak, oleh karenanya orangtua membelikan warna itu untuk anaknya. Beberapa warna ini sebagai wakil kehangatan, manis, keyakinan, keunggulan, kesenangan, dan keamanan.