Hari Pramuka Nasional, Ini Sejarahnya Yang Harus Kita Ketahui

Sejarah Singkat Adanya Hari Pramuka

Perayaan Hari Pramuka atau yang sebelumnya dikenal dengan gerakan kepanduan setiap tahunnya selalu diperingati pada tanggal 14 Agustus. 

Selain di Indonesia, tentu saja gerakan kepanduan ini juga ada di dunia dengan sebutan Pramuka. 

Sejarah hari Pramuka Internasional

Gerakan Pramuka untuk pertama kali dicetuskan oleh Robert Baden-Powwel. Dimana ia adalah anggota angkatan darat di Inggris. Sekitar tahun 1906-1907, Robert Baden-Powwel menulis sebuah buku yakni buku Scouting for Boys. 

Inti dari buku tersebut adalah buku panduan bagi remaja guna melatih keterampilan dan keterampilan, bagaimana cara bertahan hidup dan pengembangan dasar moral. Apa yang dicetuskan oleh Robert tersebut pada akhirnya menyebar ke berbagai belahan dunia. akhirnya menjadi gerakan kepanduan dan hingga sebagai gerakan Pramuka di Indonesia. 

Robert Baden-Powwel lahir pada 22 Februari 1957. Nah maka dari itulah Hari Pramuka Internasional diperingati setiap tanggal 22 Februari. 

Sejarah Hari Pramuka di Indonesia

Perlu diketahui, Gerakan Pramuka di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. 

Pada tahun 1916, di Surakarta, Mangkunegara VII memulai berdirinya Javaansche Padvinders Organisatie.

Sejak saat itu, mulai bermunculan berbagai gerakan sejenis yang dikelola oleh organisasi pergerakan. Misalnya saja gerakan-gerakan seperti:

  • Hizbul Wathan (dikelola Muhammadiyah). 
  • Nationale Padvinderij (dikelola oleh Budi Oetomo). 
  • Nationale Islamitische Padvinderij (dikelola oleh Jong Islamieten Bond). 
  • Sarekat Islam Afdeling Padvinderij (dikelola oleh Sarekat Islam). 
  • Dan lainnya. 

Selain itu, terdapat gerakan kepanduan nasional pula di Indonesia mulai tahun 1923. 

Gerakan tersebut yakni Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Batavia (sekarang Jakarta) dan Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. 

Pada tahun 1926, akhirnya kedua gerakan dijadikan satu menjadi Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO). 

Adapun istilah Pramuka secara resmi dipakai guna menyebut gerakan kepanduan nasional sejak tanggal 14 Agustus 1961. 

Hal itu didasarkan pada gagasan presiden pertama Indonesia yakni Soekarno yang tidak menginginkan semua gerakan kepanduan yang ada di Indonesia. 

Untuk itu, setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari Pramuka di Indonesia. 

Istilah Pramuka tersebut dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Kata Pramuka terinspirasi dari kata Poromuko yang memiliki makna terdepan dalam peperangan. 

Akan tetapi, kata tersebut diejawantahkan menjadi Praja Muda Karana yang berarti : Jiwa Muda yang Gemar Berkarya. 

Hari Pramuka di Indonesia biasanya meriah. Untuk tahun ini tentu saja acara sederhana akan menjadi pilihan karena pandemi yang belum berakhir. Selamat merayakan!