Berikut saya sajikan jenis jeni reliabilitas pembaca terhadap sebuah teks yang diterjemahkan. Saya sebagai penyedia jasa penerjemah seringkali mengalami tantangan semacam ini. 

1 Setia (Literalism)

Jasa penerjemah mengikuti kata per kata teks asli, atau sedekat mungkin dengan prinsip itu. Struktur sintaksis teks sumber tampak jelas pada teks terjemahan.

2 Asing (Foreignism)

Jasa penerjemah  membuat keterbacaan terjemahan cukup lancar, tetapi ada sedikit kesan asing, sehingga orang yang membacanya dapat menduga bahwa teks ini merupakan terjemahan, bukan karangan asli.

3 Lancar (Fluency)

Jasa penerjemah membuat terjemahan enak dibaca, mudah sekali dimengerti oleh pembaca bahasa sasaran, dan terasa seperti membaca teks asli dalam bahasa sasaran. Terjemahan jenis ini tidak akan membuat pembaca berhenti membaca dan merasakan bahwa sebenarnya teks ini ada lah terjemahan.

4 Ringkas (Summary)

Jasa Penerjemah membuat terjemahan mencakup poin-poin utama atau intisari teks asli.

5 Menjelaskan (Commentary)

Jasa penerjemah membuat terjemahan membukakan atau menjelaskan hal-hal rumit yang tersirat pada teks asli dengan mengungkapkan secara terperinci implikasi-implikasi pada teks asli yang masih belum terungkap atau setengah terungkap.

6 Menjelaskan secara ringkas (Summary.commentary)

Pada terjemahan ini, beberapa bagian diringkas sementara bagi an-bagian lain dijelaskan secara terperinci. Bagian-bagian teks asli yang paling penting bagi pengguna dijelaskan, sedangkan bagian yang kurang penting diringkas. Begitulah Jasa penerjemah bekerja

7 Menyodur (Adaptation)

Jasa penerjemah membuat terjemahan menghasilkan kembali teks asli sedemikian rupa se hingga dampak yang dikehendaki terhadap audience sangat ber beda dengan dampak yang ditimbulkan teks asli. Contohnya, teks untuk dewasa yang disadur untuk anak-anak, teks tertulis yang di sadur untuk tayangan televisi, atau kampanye periklanan yang di rancang terkait dengan sebuah produk dengan kegunaan-kegunaan canggih, yang citra kecanggihannya berbeda sekali antara bahasa sumber dan bahasa sasaran.

8 Menyandikan (Encryption)

Jasa penerjemah membuat terjemahan menghasilkan kembali teks asli sedemikian rupa agar makna atau pesannya tidak tertangkap suatu golongan, namun tetap mudah ditangkap golongan lain yang memegang kung

Teks terjemahan yang andal (reliable) meliputi rentang yang has, mulai dari teks yang mengalami penyuntingan ringan hingga teks yang sebetulnya ditulis ulang, dengan terjemahan yang “akurat” atau “setia” berada di tengah tengahnya. Dalam dunia penerjemahan tersumpah, tidak ada tempat untuk sikap mental teoritis yang berpendapat bahwa yang namanya terjemahan hanyalah terjemahan makna-per-makna yang jujur, sehingga sebagai penerjemah seharusnya saya jangan diminta menyunting, meringkas, menambahi keterangan, atau mencipta-ulang sebuah teks.

Walaupun upaya tertentu untuk mendidik pengguna barangkali membuahkan hasil, biasanya bagi penerjemah lebih enak untuk mengubah cara kerjanya, mencari tahu (atau memahami) keinginan, kebutuhan, atau harapan pengguna, dan menyediakannya-tanpa berusaha mem beri penerangan kepada mereka tentang betapa tidak ter atur dan tidak stabilnya kemungkinan-kemungkinan ter sebut. Seringkali tuntutan klien terasa tidak masuk akal, tidak realistis, bahkan tidak mungkin-misalnya, ketika manajer pemasaran pada sebuah perusahaan yang se dang go internasional, menghendaki agar kampanye per iklanan dalam empat belas bahasa disamakan dengan teks asli. Para penerjemah dalam keempat belas bahasa itu menjelaskan bahwa permintaan ini dapat dipenuhi dengan menyediakan terjemahan pendukung kata-per-kata pada terjemahan mereka. Lalu, mereka harus memutuskan apakah bersedia menerima pekerjaan itu seluruhnya, dan jika bersedia, apakah mereka dapat menemukan suatu ca ra untuk menyelesaikannya agar dapat memuaskan klien tanpa benar-benar memenuhi tuntutannya yang tidak masuk akal itu.

Suatu kenyataan pahit bahwa para penerjemah, dengan semua pengetahuan internal mereka, tidak boleh mengabaikan perspektif eksternal dari pihak nonpenerjemah yang, bagaimanapun, menjadi sumber penghasilan mereka. Seperti yang dengan sinis dinyatakan oleh Anthony Pym (1993: 149), dalam percakapan dengan seorang klien, nyaris tak ada artinya menonjolkan pentingnya un sur penafsiran kreatif yang terdapat dalam semua jenis penerjemahan, hal ini hanya akan menimbulkan kesalah-pahaman. Dari sudut pandang eksternal sang klien, “penafsiran kreatif (creative interpretation)” berarti penyimpangan mencolok dari teks asli sehingga terjemahan men jadi tidak dapat dipercaya. Dari sudut pandang internal sang penerjemah, “penafsiran kreatif menandakan ada ya fakta yang tak terbantahkan bahwa semua pengolahan teks pada taraf tertentu melibatkan interpretasi dan kreativitas dan lebih dari itu, pemahaman penerjemah bahwa setiap bahasa sasaran memang relatif menolak aktivitasnya tersebut.

Bagi penerjemah yang bekerja di perusahaan jasa penerjemah tersumpah akan bekerja dibawah tekanan deadline dan target halaman, sehingga mereka menerapkan sistem quality control. Pembahasan Quality Control akan di ulas pada tulisan berikutnya