Apa yang terlintas dalam pikiran Anda jika mendengar kata-kata berikut modal atau penanaman modal, profit dan margin.  Dan jika ditarik kesimpulan dari kata-kata tersebut, apa yang Anda dapatkan?

Secara sederhana dan umum apabila seseorang yang memiliki modal, kemudian ia menanamkan modalnya atau sejumlah dana yang dimilikinya kepada sesuatu misal saham, properti, P2P Lending atau emas dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan, maka apa yang telah dilakukannya merupakan kegiatan investasi jangka pendek.

Tak hanya itu selain memiliki keuntungan, kegiatan ini biasanya bersifat jangka pendek, walau beberapa yang tren saat ini yaitu P2P Lending Indonesia, tak butuh waktu lama untuk Anda memperoleh keuntungan.

Apa Itu P2P Lending Indonesia?

P2P Lending adalah salah satu pilihan penanaman modal di jaman sekarang yang mulai dilirik banyak kalangan karena sistem keuntungannya yang bisa diperoleh dalam waktu singkat, misal  tidak lewat dari 6 bulan saja, atau sesuai kesepakatan antara pemilik modal dan penerima modal yang dilakukan secara online. 

Selain itu P2P lending juga bisa meraih keuntungan antara 12 sampai 15 % per tahun. P2P lending juga merupakan salah satu financial technology yang menjadi perhitungan banyak orang, karena caranya yang mudah, cepat dan aman.

Cara Kerja P2P Lending

Kita mengenal dua pihak dalam skema peer to peer lending: investor dan peminjam. Keduanya bertemu di platform P2P lending Indonesia untuk mencapai tujuannya masing-masing. 

Investor mencari peminjam yang bisa mengembalikan pinjaman dengan bunga yang disepakati. Sementara peminjam mencari modal dan siap mengembalikannya dengan bunga yang disepakati. 

Di tengah-tengah antara investor dan peminjam itu ada perusahaan peer to peer lending sebagain fintech yang menyediakan platformnya. Perusahaan fintech ini mengkurasi, menganalisis dan menyetujui pinjaman yang diajukan oleh peminjam kemudian ditawarkan kepada investor. 

Cara Kerja dari Sisi Peminjam:

  • Peminjam mengajukan pinjaman dan melengkapi informasi melalui aplikasi pinjaman.

  • Perusahaan P2P lending Indonesia akan menganlisis dan menyetujui atau tidak menyetujui pengajuan pinjaman, kemudian menawarkannya kepada calon investor

  • Jika pinjaman disetujui maka peminjam akan mendapatkan modal. Selanjutnya peminjam harus membayar bunga pinjaman serta pokok dengan jadwal yang sudah ditentukan. 

Cara Kerja dari Sisi Investor:

  • Calon investor menelusuri deretan peminjam di aplikasi peer to peer lending.

  • Calon investor menganalisis informasi pinjaman dari fact sheet yang ada

  • Jika cocok, investor menentukan jumlah pendanaan pada tawaran pinjaman yang dipilih

  • Investor akan menerima pengembalian dana yang dipinjamkan dengan bunga yang disepakati

Rekomendasi P2P Lending Indonesia Terbaik

Salah satu perusahaan yang mempelopori adanya investasi P2P lending Indonesia adalah Amartha. Sejak tahun 2010, Amartha serius dan konsisten dalam mengembangkan sistem P2P lending. Terhitung telah ada sekitar 394 ribu lebih penerima modal dan hampir Rp 1,85 Triliun lebih dana masyarakat berputar untuk kebutuhan P2P Lending ini.

Dalam perkembangannya, perusahaan seperti Amartha yang bergerak di bidang fintech lending saat ini semakin banyak. Di tahun 2019 saja, ada sekitar 164 perusahaan yang terdaftar di OJK, tentunya hal ini berdampak baik dalam sistem perekonomian Indonesia.

Karena kemajuan teknologi saat ini membuat masyarakat menengah dan menengah ke bawah yang mungkin belum menggunakan fasilitas pelayanan bank menjadi terbantu dengan adanya sistem P2P Lending ini karena bunga yang kecil. Tak hanya masyarakat kecil yang terbantu, hampir 74% UMKM Indonesia juga akhirnya memiliki peluang untuk memperoleh kredit. 

Hal ini juga mencegah tumbuh kembangnya rentenir yang sejak dulu telah meresahkan di tengah-tengah masyarakat, khususnya di pedesaan. Dengan sistem P2P lending Indonesia juga  yang merupakan investasi online terpercaya, Amartha tidak hanya berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pemberian pinjaman yang sesuai porsinya.

Selain itu, Amartha  juga aktif memberikan edukasi lewat berbagai pelatihan keuangan kepada masyarakat tentang bagaimana seharusnya menggunakan dana pinjaman tersebut untuk keperluan yang lebih produktif, sehingga hasilnya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat itu sendiri. 

Berdasarkan survei yang secara berkala dilakukan Amartha, rata-rata pendapatan rumah tangga penerima pinjaman meningkat setiap bulannya. Sebagai contoh dari yang awalnya pendapatan rumah tangga peminjam hanya Rp 4,2 juta/bulan, kini sejak bergabung di Amartha menjadi sekitar 6,7 juta/bulan, berarti ada peningkatan hampir 60% dalam setahun.   

Lebih lanjut, peningkatan penggunaan penetrasi internet  dan smartphone di tengah masyarakat membuat perusahaan Amartha semakin berusaha mengembangkan inovasi dalam aplikasinya, penyaluran dana, sistem pengajuan kredit dan pendanaan.  

Demikian investasi online dari sistem peer to peer terbaik yang dikembangkan Amartha dan telah dirasakan banyak manfaatnya oleh masyarakat. Apakah Anda tertarik untuk mencoba bergabung di dalamnya? Jika ya, tunggu apa lagi, segera daftarkan dan buat diri Anda lebih berguna untuk orang lain dan orang-orang di sekitar Anda. 

By roket