Mengenal Sejarah Teh Hijau, Salah Satu Jenis Minuman yang Menyehatkan

main image

Sudah sejak lama green tea alias teh hijau dikenal di Indonesia, namun konsumsi teh yang satu ini semakin luas seiring dengan meningkatkan kepopuleran masakan Jepang di Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan konsumsi teh hijau ialah hasil penelitian yang menunjukkan bahwa teh hijau memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia.

Pada mulanya, teh hijau berasal dari Tiongkok yang sudah menggunakan teh hijau sebagai pelengkap untuk pengobatan sejak 4.000 tahun yang lalu. Pada saat ini, para pakar nutrisi juga sudah membuktikan bahwa teh hijau memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Pada tahun 1994, sebuah jurnal yang diterbitkan untuk kalangan ahli kanker bahkan menyebutkan bahwa teh hijau yang dikonsumsi masyarakat Tiongkok sudah membuat mereka terhindar dari kanker. Sementara itu, akhir-akhir ini juga terbukti bahwa apabila kita mengonsumsi teh hijau secara rutin, kita bisa menurunkan kadar kolesterol darah serta menyeimbangkan kadar tersebut.

Masyarakat Tiongkok sendiri sudah mulai mengonsumsi teh hijau sebagai minuman sejak 2700 tahun Sebelum Masehi, yaitu pada dinasti kaisar Shen Nung. Akan tetapi, tercatat pada kamus kuno di 350 tahun sebelum Masehi. Pada 200 tahun sebelum Masehi, buku tanaman obat Tiongkok mencatat bahwa daun teh mengandung khasiat untuk menghilangkan racun yang ada di tubuh.

Sementara itu, di Jepang sendiri, tradisi minum teh berasal dari Tiongkok sudah mulai pada sekitar abad ke-6 Masehi. Pada waktu itu ialah masa zaman Kamakura, dimana terdapat pendeta Eisai dan Dogen yang menyebarluaskan ajaran Zen sambil memperkenalkan matcha alias teh hijau dalam bentuk bubuk yang ia bawa dari Tiongkok sebagai obat. Teh serta ajaran Zen menjadi semakin terkenal sebagai unsur utama dalam penerangan spiritual. Sejak saat itu, teh hijau mulai populer dan menjadi minuman yang dikonsumsi karena berkhasiat untuk kesehatan. Saat itu, teh hijau digunakan oleh para awak kapal yang akan melaksanakan perjalanan jauh. Teh hijau kemudian juga ditanam dimana-mana seiring dengan makin meluasnya kebiasaan minum teh di kalangan masyarakat Jepang.

Di Indonesia sendiri, tanaman teh pertama kali dibawa dan dikembangkan oleh Belanda yang saat itu menjajah Indonesia. Penanaman teh tersebut kemudian juga diekspor ke Belanda. Sejak saat itu, semakin banyak teh yang ditanam di Indonesia, sampai ketika masa kemerdekaan, usaha perkebunan dan industri teh kemudian diambil alih dan diperbaiki oleh Pemerintah Indonesia. Meskipun luas perkebunan teh tidak mencapai keadaan sebelum perang, akan tetapi produksi teh meningkat tajam. Sekarang ini, perkebunan dan perdagangan teh juga sudah dilakukan oleh pihak swasta.

Sementara itu, penelitian mengenai manfaat teh hijau terus berlanjut sampai pada tahun 2004, ditemukan secara menyeluruh mengenai komponen-komponen yang terdapat pada teh hijau sebagai antioksidan kuat. Kandungan ini terbukti dapat menangkal serangan radikal bebas yang nantinya beresiko dan menyebabkan gangguan degenerasi pada organ-organ manusia, salah satunya seperti timbulnya jenis kanker di esofagus alias saluran masuk makanan ke lambung, usus, pankreas, kandung kemih, lambung, dubur, paru-paru, payudara, serta prostat.

Diawali dari Jepang, tren mengonsumsi green tea kini sudah mulai diterapkan di tempat-tempat makan yang menengah ke atas dengan harga yang cukup fantastis. Sementara itu, popularitas green tea secara keseluruhan di Indonesia mulai meningkat sejak 2012 dimana hampir setiap tempat makan menyediakan makanan dan minuman olahan green tea. Teh hijau sendiri memang memiliki aroma yang khas dan bisa dicampur dengan pelengkap lainnya seperti kental manis.