Mitos Fakta Air Hangat, ada Hubungannya dengan Kesehatan?

Pasti kita sangat sudah sering mendengar berbagai mitos yang berhubungan engan Kesehatan seprti mitos mandi di malam hari bisa menyebabkan rematik atau makan telur bisa bikin bisulan, hayo ngaku pasti kalian pernah denger mitos mitos semacam itu kan, nah jadi disii bakal dirangkum beberapa mitos adan fakta sebenarnya dari mitos fakta air hangat, banyak faktanya ngak sih? Yuk cek

Baca Juga Handal Water Heater

MITOS DAN FAKTA AIR HANGAT

Merendam kaki dengan air hangat dapat meredakan pegal (Fakta/Mitos)

Akibat aktifitas sehari hari tak jarang tubuh kita akan merasa pegal, salah satu bagiian tubuh yang sering terasa pegal biasanya adalah kaki apa lagi jika kita bekerja dengan posisi duduk yang lama missal kita bekerja bekerja dikantor tentu akan menghabiskan waktu yang lama untuk duduk tentunya setelah kamu berdiri kaki akan erasa pegal.

Lantas merendam kaki apakah terbukti kta dapat meredakan pegal?

Rasa pegal pada otot sebenarnya disebabkan oleh penumpukan asam laktat di otot. Penumpukan asam laktat terjadi akibat penggunaan otot secara berlebihan. Otot membutuhkan energi dalam jumlah banyak untuk berkontraksi. Untuk menghasilkan energi, otot memecah cadangan gula yang terdapat dalam otot (glikogen). Dalam keadaan kekurangan oksigen, pemecahan gula otot ini menghasilkan asam laktat.

Jadi inilah yang mnyebabkan muncculnya rasa pegal, lalu bagaimana cara air hangat dapat meredakan pegal? Artinya ini fakta bukan hanya mitos? Nah, jadi terdapat teori bahwa merendam badan dengan air panas dapat melancarkan silkurasi darah terutama jika kita merendam kaki tentu sirkulasi darah didalam kaki akan menjadi lebih lancer.

Aliran darah yang lancar akan membuat asam laktat yang menumpuk di otot kaki mudah larut dalam darah dan dibuang oleh tubuh. Namun, ternyata hal ini tidak terbukti. Meskipun demikian, memang merendam kaki di air hangat dapat memberikan rasa nyaman dan mengurangi nyeri.

Jadi menurut kamu ini merupakan mitos atau fakta??

Baca Juga Solar Water Heater

Bakteri dan kuman mudah dibasmi menggunakan air hangat (Mitos/Fakta)

 Banyak orang percaya bahwa air hangat dapat membunuh atau membasmi kuman dan bakteri penyebab penyakit, mungkin teori ini berkembang karena sering mendengar bahwa katanya jika kuman dan bakteri akan mati bila terkena suhu panas yang slah satunya dapat dari air panas, inilah mengapa jika kita memasak masakan juga harus dalam keadaan matang yang betul supaya kuman dan bakteri mati.

Sebuah penelitian dari Rutgers University di Amerika Serikat (AS) menguak bahwa mencuci tangan dengan suhu 15 derajat, 26 derajat, hingga 38 derajat Celsius sama saja efeknya. Dalam eksperimen ini, para ahli memberikan bakteri Escherichia coli (E. coli) ke tangan para peserta penelitian. Peserta kemudian diminta untuk mencuci tangan dengan suhu air yang berbeda-beda.Hasilnya, baik air dingin, air hangat, dan air panas sama-sama bisa membunuh dan mengusir bakteri tersebut dengan baik. Jadi hal ini murni mitos.

 

Bukan suhu air yang penting tapi durasinya, missal kita mencuci tangan berarti kita harus melakukan sekurang kurangnya 20 detik untuk memaksimalkan menghilangkan kuman dan bakteri.

Ada juga mitos bahwa air hangat dapat membat metabolisme tubuh meningkat dan juga dapat membakar kalori lebih banyak, itu murni mitos karena tidak pernah diuji kebenarannya. Kenyataannya, tubuh membutuhkan tidak banyak membutuhkan energi untuk menyerap air berapa pun suhunya. Air hangat juga tidak akan mempercepat metabolisme tubuh.

Minum Air Hangat dapat Menurunkan Berat Badan (Mitos/Fakta)

Anggapan jika air hangat akan membuat metabolisme meningkat dan membakar kalori lebih banyak merupakan sebuah mitos.Kenyataannya, tubuh membutuhkan tidak banyak membutuhkan energi untuk menyerap air berapa pun suhunya.Air hangat juga tidak akan mempercepat metabolisme tubuh. Kestabilan metabolisme tubuh sebagian besar dipengaruhi oleh ukuran dan komposisi tubuh, usia, jenis kelamin, serta genetika masing-masing.Namun berdasar pada penilitian yang diterbitkan Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism pada 2003, minum air panas setelah air digin akan membantu penurunan berat badan.Selain mengonsumsi 500 ml air sebelum makan akan meningkatkan hingga 30 persen metabolisme tubuh.Sementara meningkatkan suhu air hingga 37 derajat Celcius akan berdampak peningkatan metabolisme mencapai 40 persen.

 

Setelah membaca artikel ini semoga kamu nggak keliru antara Mitos dan Fakta.