Mungkin Nggak Sih, Nikah Pakai Biaya dari Pinjaman?

Sebagai momen paling sakral dan diharapkan menjadi seumur hidup, setiap orang tentunya akan berusaha memberikan yang terbaik pada acara pernikahan yang direncanakannya. Termasuk untuk urusan biaya hingga detail eksekusinya. 

 

Tak jarang, pengajuan pinjaman juga kerap dilakukan demi mewujudkan konsep pernikahan impian. Mulai dari KTA, kredit dengan agunan, ataupun pinjaman online cepat cair terbaru seperti Kredivo yang bisa memberikan limit pinjaman tinggi. 

 

Sayangnya, pernikahan bukanlah aktivitas produktif. Membiayai pernikahan dari dana pinjaman tentu merupakan hal yang cukup mengkhawatirkan. Apalagi kalau kamu bertumpu pada “uang amplop” untuk cicilan atau pelunasannya. Wah, lebih baik dipikirkan dua kali, deh. 

 

Meski mengkhawatirkan, pinjam uang untuk biaya pernikahan bukanlah sesuatu yang salah. Kadang-kadang, ada juga kondisi yang mengharuskan kamu dan pasangan untuk segera menikah dan menggelar pesta. Mulai dari tuntutan orang tua, tekanan pergaulan, dan masih banyak lagi. Mau tidak mau, kalau tabungan belum cukup, pinjam dana adalah salah satu solusi untuk memenuhinya. 

 

Sebelum pinjam uang untuk biaya nikah, penting untuk diingat bahwa hidup tidak selesai setelah acara pernikahan selesai. Justru, hidup yang sebenarnya baru akan dimulai setelah itu. Di mana kamu dan pasangan akan punya banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, tagihan, perencanaan masa depan, dan lain-lain. 

 

Kebayang nggak sih kalau dengan segala kebutuhan tersebut, kamu dan pasangan masih harus mengurus utang biaya pernikahan hingga beberapa tahun ke depan? 

 

Boleh-boleh aja pinjam uang untuk biaya nikah, asalkan tiga hal ini harus dipertimbangkan ya. 

 

Asal tidak untuk membiayai seluruh rangkaian acara pernikahan

 

Pinjam uang untuk menutup sebagian biaya pernikahan seperti cadangan katering, hiburan, atau souvenir, mungkin masih masuk akal dan bisa teratasi setelahnya. Misalnya, kamu butuh dana tambahan sebesar Rp 5 juta sampai Rp 8 juta untuk biaya tersebut. 

 

Kamu bisa menggunakan pinjaman online cepat cair terbaru seperti Kredivo yang limit kreditnya bisa mencapai hingga Rp 30 juta. Bukan hanya limit besar, Kredivo juga punya suku bunga yang rendah. Hanya 2,6% per bulan dengan pilihan tenor 1/3/6 bulan untuk pinjaman tunai. Plus, cairnya bisa dalam waktu 1 hari setelah disetujui.

 

Tapi, jika pinjaman dilakukan untuk membiayai seluruh prosesi pernikahan dari awal hingga akhir, sebaiknya pikirkan dua kali. Apalagi jika konsep pernikahan yang ingin diselenggarakan bukan yang sederhana. Otomatis, biaya akan membengkak dan pinjaman yang diajukan juga jadi lebih besar. 

 

Jangan sampai setelah senang-senang menyelenggarakan pesta, keluarga kecilmu harus pusing karena masalah utang dan menyebabkan hidup menjadi tidak nyaman. Pertimbangkan juga masalah pandemi yang kita semua hadapi saat ini, di mana kondisi ekonomi masih tidak stabil. Sebaiknya, tunda dulu pengajuan pinjaman dalam jumlah besar untuk tujuan konsumtif. 

 

Pastikan kamu dan pasangan punya kemampuan bayar

 

Mengajukan pinjaman dana ke bank atau ke fintech pinjaman online cepat cair terbaru boleh boleh aja selama kamu punya kemampuan bayar. Mau apa pun tujuannya. 

 

Jika kamu dan pasangan berencana pinjam uang untuk biaya menikah, maka hal ini sangat perlu didiskusikan lebih lanjut dan mengecek kemampuan bayar masing-masing. Salah satu caranya dengan memperhitungkan jumlah utang yang dimiliki saat ini. Tanda dari keuangan yang sehat dan bisa menambah cicilan salah satunya adalah porsi utang tidak lebih dari 30% jumlah penghasilan. 

 

Misalnya, kamu dan pasangan sama-sama berpenghasilan sebesar Rp 10 juta per bulan. Artinya, maksimal jumlah uang yang bisa kamu keluarkan untuk cicilan per bulan masing-masing adalah Rp 3 juta. Perhitungkan juga, mau berapa lama kamu dan pasangan mencicil utang untuk biaya pernikahan nanti? Dari perhitungan-perhitungan inilah, kamu dan pasangan bisa menentukan angka ideal pinjaman yang bisa diajukan sesuai dengan kemampuan bayar. 

 

Tidak meminjam lebih dari kemampuan membayar

 

Kalau setelah dihitung-hitung, kamu dan pasangan hanya bisa menyelenggarakan pernikahan dengan sederhana, maka jangan meminjam lebih daripada yang sudah diperhitungkan. Apalagi hanya demi gengsi sampai postingan di media sosial. Memang, pernikahan adalah momen sakral dan diharapkan seumur hidup. Tapi, jangan sampai karena utang di awal malah jadinya seumur jagung, ya. Sebab, masalah keuangan adalah yang paling krusial dalam rumah tangga.