Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence di Industri FMCG

Kini, semua industri di tanah air mau tidak mau akan mengalami transformasi digital. Salah satunya untuk industri fast moving consumer goods (FMCG).

Dalam proses mendukung transformasi digital semacam ini, adopsi teknologi seperti AI/Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan adalah salah satu langkahnya.

AI sendiri merupakan sistem komputer (mesin) dengan kecerdasan mirip manusia. Sederhananya, kecerdasan buatan adalah sistem komputer yang dapat meniru pemikiran manusia untuk menyelesaikan pekerjaan.

Selain itu, menurut laporan “Manufacturers: Manufacturing Annual Report 2018”, 92% eksekutif manufaktur juga percaya bahwa kecerdasan buatan dan robotika akan membantu meningkatkan tingkat produktivitas mereka.

Diakui secara global bahwa penggunaan kecerdasan buatan dapat mengubah model bisnis berbagai industri dengan lebih baik, tetapi saat ini, sedikit yang diketahui tentang bagaimana teknologi ini dapat mengubah model bisnis industri FMCG.

  1. Penempatan Produk

Memilih tempat terbaik untuk memajang produk bagi konsumen untuk dijelajahi bisa menjadi tugas yang menakutkan. Faktor-faktor seperti apa yang akan dibeli oleh konsumen sasaran berdasarkan demografi, kapan harus membeli, dan produk apa yang sesuai perlu dipertimbangkan agar produk tersebut populer di pasar.

Teknologi AI dapat membantu perusahaan FMCG melalui planogram (bagan atau model yang menunjukkan produk yang ditempatkan di rak ritel untuk memaksimalkan penjualan)-program yang sangat cerdas yang memberi tahu pengecer FMCG masing-masing Di mana produk harus ditempatkan dan berapa banyak inventaris yang harus disimpan. Miliki produk tersebut, dan pada harga berapa untuk memaksimalkan keuntungan.

  1. Meningkatkan Efisiensi

Di masa lalu, sulit bagi perusahaan FMCG untuk mengidentifikasi area dalam rantai pasokan mereka yang perlu meningkatkan efisiensi operasional. Untungnya, algoritme canggih sekarang dapat menganalisis seluruh lini produksi dan dengan cepat menunjukkan ketidakefisienan.

Dengan cara ini, kecerdasan buatan dapat menjadi asisten pribadi yang efisien bagi perusahaan.

  1. Menjaga Sustainability (Keberlanjutan)

Keberlanjutan adalah masalah besar lainnya dalam industri barang konsumsi yang bergerak cepat. Di masa lalu, karena kompleksitas rantai pasokan global, sulit bagi perusahaan FMCG untuk mengevaluasi kinerja mereka berdasarkan tolok ukur keberlanjutan.

Namun, dengan perluasan program AI dan ML/pembelajaran mesin (machine learning), perusahaan kini dapat memperoleh wawasan waktu nyata untuk membantu mereka menilai kinerja keberlanjutan perusahaan pada isu-isu seperti limbah makanan dan pengadaan minyak sawit.

  1. Analisis Data

Menurut sumber dari situs Majapahit.id, Jenis program yang paling populer yang memfasilitasi analisis data adalah pembelajaran mesin, yang dapat menyimpan, menganalisis, dan mempelajari tindakan masa lalu, dan terus melacak dan menyimpan semua keputusan di masa mendatang.

Selain itu, data seperti tambang emas, memungkinkan AI untuk menemukan pola baru, menemukan peluang baru, meminimalkan kesalahan, dan meningkatkan efisiensi seluruh proses rantai pasokan dari waktu ke waktu.

  1. Perjalanan Pelanggan

Saat ini, perjalanan dan hubungan pelanggan telah beralih ke platform online, sehingga perusahaan FMCG harus mempertimbangkan bagaimana menyediakan layanan yang dibuat khusus untuk pelanggan individu dan menciptakan perjalanan pelanggan yang benar-benar menarik.

Dengan menggunakan kecerdasan buatan, perusahaan dapat lebih terbuka untuk menemukan peluang baru dan menyediakan produk yang memahami kebutuhan konsumen.

  1. Terhubung dan Pemasaran Online

Dalam beberapa tahun ke depan, konsumen akan dapat menggunakan teknologi baru seperti AR (augmented reality) dan VR (virtual reality) untuk berinteraksi dengan barang-barang konsumen yang bergerak cepat.

Seiring dengan meningkatnya permintaan untuk interaksi yang mendalam, jaringan dan infrastruktur yang mendasarinya akan membutuhkan lebih banyak kekuatan, seperti halnya strategi digital dan pemasaran dari perusahaan barang konsumen yang bergerak cepat.