Mycargoo – Konstruksi menjadi salah satu sektor terbesar dalam ekonomi global. Rata-rata 13 persen PDB dunia atau sekitar 10 trilyun dolar dihabiskan untuk pembangunan konstruksi dan infrastruktur. Namun pertumbuhan produktivitas sektor ini hanya meningkat satu persen selama 20 tahun terakhir.

Robot Konstruksi

Sebuah penelitian juga menggambarkan bahwa produktivitas telah menurun 50% sejak tahun 1950-an bukan karena persoalan skill pekerja namun lebih pada tingkat kerumitan proses konstruksi yang semakin hari semakin meningkat.

Sementara kemampuan manusia atau pekerja cukup terbatas apalagi saat pandemi sekarang sektor konstruksi global mengalami kekurangan tenaga kerja secara signifikan hingga jutaan orang. Kondisi ini membuat sektor konstruksi mulai memikirkan sebuah strategi untuk menggunakan berbagai macam mesin otonom.

Pada tahun 2020 penjualan robot kontruksi telah mencapai sekitar 70 juta US dollar diperkirakan akan meningkat secara signifikan lebih dari 225 jutaUS Dollar pada tahun 2025. Namun adopsi teknologi robot dalam industri konstruksi secara signifikan jauh lebih rendah dibandingkan dengan sektor manual tradisional lainnya misalnya pada sektor otomotif ataupun agroindustri yang sudah sangat masif mengadopsi teknologi robot.

Saat ini ada lima tipe pengembangan robot konstruksi yang sedang dilakukan riset dan uji coba yaitu:

1. Robot produksi dilokasi

Robot konstruksi yang berproduksi atau bekerja di lokasi proyek ini merupakan jenis robot kontruksi yang dimobilisasi dan melakukan aktivitas atau pekerjaan di lokasi proyek. Dalam beberapa tahun terakhir kita telah melihat prototip dan pengujian misalnya yang dilakukan oleh perusahaan FBR dari Australia.

Mereka memproduksi robot hadrian X yang bisa memasang bata secara presisi baik bentuk lurus maupun bentuk kurva atau melengkung. Ada juga beberapa robotrade printing konstruksi yang bisa membangun rumah dengan melakukan proses pencetakan melalui beton secara kontinyu.

2. Robit konstruksi pre febrikasi

Robot konstruksi frasa Bekasi, prefabrikasi adalah proses pembuatan sebagian maupun keseluruhan bangunan di lokasi pabrik secara massal kemudian dikirimkan ke berbagai lokasi proyek.

Lengan dan mesin robot telah lama digunakan dalam teknologi seperti ini dan dalam beberapa waktu ini sudah banyak rumah-rumah instan atau rumah rumah prefabrikasi yang diproduksi oleh mesin ini. Salah satu perusahaan konstruksi yang menggunakan adalah perusahaan katerra dari California

3. Alat berat otonom

Tipe kendaraan otonom, excavator? bulldozer, compactor dan saat ini sudah ada yang dibekali dengan fitur self-driving sehingga mereka bisa menjalankan pekerjaannya sendiri secara regititif dengan menggunakan sensor lidar.

Alat berat otonomi ini bisa melakukan pekerjaan berulang kali untuk meminimalkan kecelakaan kerja sehingga memungkinkan pekerjaan pembangunan dan pembersihan lokasi dilakukan 24 jam non-stop.

4. Robot survey & inspelsi

Robot survei inspeksi dan quality control tugas survei dan inspeksi lokasi membutuhkan waktu dan energi sehingga robot inspeksi sedang dikembangkan yang dapat membantu mempercepat pekerjaan.

Robot Spot Boston Dynamic baru-baru ini diujicobakan pada lokasi konstruksi untuk melakukan survei dan juga melakukan inspeksi proyek.

Drone otonom dengan berbagai macam sensor juga bisa digunakan untuk pekerjaan ini.

5. Robot exoskeleton

Robot exoskeleton bekerja di lokasi konstruksi menuntut fisik dan kekuatan sehingga mengangkat beban berat adalah penyebab umum cedera di lokasi pembangunan dan disinilah fungsi exoskeleton dapat membantu.

Exoskeleton adalah sebuah game atau bagian dari kit yang dikenakan oleh pekerja yang menyediakan fitur robot. Exoskeleton dapat membantu pemakainya untuk mengangkat beban yang lebih berat sekaligus mengurangi kelelahan.

Kelima jenis robot konstruksi tersebut sangat menjanjikan namun adopsi teknologi dan inovasinya masih sangat lambat dibandingkan dengan bidang yang lain. Ada beberapa faktor Kenapa teknologi robot dan mesin Hai sangat lambat pada sektor konstruksi.

Lokasi proyek unik dan menantang

Kompleksitas lokasi konstruksi robot paling berhasil diadopsi dimanufaktur massal di mana mereka beroperasi di tempat dan melakukan tugas yang sama berulangkali. Situasi ini sangat berbeda dengan konstruksi di luar ruangan dengan cuaca yang sangat tidak terduga kondisi unik di lapangan baik itu bentuk jalan bangunan maupun jembatan.

Biaya sangat tinggi

Biaya investasi dalam robotika melibatkan biaya awal yang sangat tinggi termasuk dalam hal RND. Banyak perusahaan yang beroperasi dengan Margin yang sangat tipis investasi masih dinilai terlalu tinggi untuk saat ini sehingga mereka lebih murah dan lebih mudah untuk menyewa dan melatih manusia daripada berinvestasi dalam robot.

Teknologi kurang fleksible

Teknologi masih kurang fleksibel dan cukup mahal. Ada banyak inovasi yang menjanjikan seputar robot dan konstruksi namun jarang yang menggunakannya secara luas dan hanya sedikit perusahaan yang secara aktif menggunakan robot di lokasi proyek.

Teknologi ini memang perlu ditingkatkan untuk lebih simple, lebih kompleks dan mempunyai biaya penggunaan yang cukup rendah sebelum dapat digunakan secara luas dan masif. Meskipun ada hambatan dalam penggunaan robotika pada konstruksi namun potensi manfaatnya juga patut untuk dipertimbangkan khususnya untuk proses manufaktur masa depan dan jangka panjang.

Keuntungan otomatisasi ini meliputi beberapa Point yang pertama adalah lebih sedikit limbah. Robot kontruksi cetak 3D dan pra febrikasi hanya menggunakan jumlah material tertentu sesuai dengan yang dibutuhkan di lapangan sehingga mengurangi jumlah rimbas secara signifikan, menghemat uang dan tidak merusak lingkungan.

Solusi kekurangan tenaga kerja saat ini kekurangan tenaga kerja telah menjadi isu global pasca pandemic. Terutama di beberapa negara maju yang kekurangan tenaga konstruksi hingga jutaan orang.

Lebih sedikit cedera lokasi proyek bisa menjadi tempat yang sangat berbahaya sehingga alat seperti exoskeleton atau robot inspeksi otonom dapat membantu dengan berbagai cara untuk mengurangi resiko terhadap manusia.

Pekerjaan menjadi lebih cepat efisien dan berbiaya rendah. Salah satu keuntungan besar otomatisasi dengan robot adalah potensi penghematan biaya dan kecepatan waktu pengerjaan tahapan proyek dapat diselesaikan secara signifikan lebih cepat biaya yang jauh lebih rendah dibanding dengan biasanya.

Adopsi robot memang menjadikan mudah dalam beberapa hal namun itu juga bisa menjadi isu bagi beberapa negara berkembang dengan populasi yang sangat tinggi yang membutuhkan serapan tenaga kerja untuk pertumbuhan ekonominya.

Robot menghilangkan aspek operasi manusia perubahan ini bisa menjadi masalah namun robot kolaboratif dapat menjadi solusi yang dibutuhkan untuk industri. Mereka dirancang untuk bekerja bersama dengan rekan manusia bukan untuk menggantikan mereka sepenuhnya.

Demikian sekilas mengenai robot kontruksi yang inovasi dan perkembangannya masih cukup lambat dibandingkan dengan sektor yang lain.