08/05/2021

Blog Riview

Blog Riview

Sejarah Singkat Pulau Bali

Tahukah anda bahwa bagi anda yang sering liburan atau ingin liburan ke Bali, tidak ada sejarah singkat tentang pulau Bali? Mulai dari zaman prasejarah, awal jaman Kristen, masuknya budaya India atau Budha, masuknya kerajaan Hindu di Jawa Timur hingga masuknya bangsa Eropa ke pulau ini? Jika belum mengetahui informasinya, yuk kita simak sejarah singkat pulau Bali satu per satu!

Secara geografis Pulau Bali

Bali adalah salah satu provinsi Indonesia di bagian tengah Pulau Jawa. Pulau Bali adalah sebuah pulau di Kepulauan Nusa Tenggara yang terkenal dengan keindahan alam berupa pantainya. Ibukota provinsi adalah Denpasar. Pada awal kemerdekaan Bali disebut Sunda Kecil dengan ibukotanya Singaraja. Provinsi Bali terdiri dari 1 kotamadya, 8 kabupaten, 55 kecamatan dan 701 desa atau paroki. Ini adalah profil Provinsi Bali.

Jika Anda ingin jalan-jalan di daerah Bali & sekitarnya, bisa sewa mobil di bali dengan harga terbaik pada tautan tersebut.

Pulau Bali memiliki iklim tropis dengan Gunung Agung sebagai titik tertingginya, 3.148 meter di atas permukaan laut. jumlah. Gunung ini terakhir meletus pada tahun 1963. Akibat wabah tersebut, perekonomian Bali merosot dan banyak penduduknya yang beremigrasi ke daerah lain di Indonesia. Jadi sekarang kita bisa menemukan desa-desa Bali di Jambi atau di Kalimantan Tengah di pulau-pulau lain di Indonesia.

Dengan pulau utama Bali, terdapat pulau-pulau kecil yang juga menyimpan keindahan alamnya yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Serangan dan Pulau Menjangan. Pulau Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata atau Pulau Seribu Pura. Pulau ini menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara, terutama dari Jepang dan Australia.

Mayoritas penduduk Bali beragama Hindu (83%). Agama lainnya adalah Islam (13%), Budha (0,5%), Kristen (1,6%), Katolik (0,9%), Konghucu (0,01%) dan keyakinan agama (0,01%). .

Sejarah penciptaan pulau Bali

Menurut teori Pangaea atau benua besar, dahulu kala semua negara di dunia adalah satu kesatuan yang besar. Saat lempeng tektonik bergerak, mereka terbentuk dan dipisahkan menjadi berbagai benua seperti sekarang ini. Indonesia yang merupakan bagian dari Benua Asia pada Zaman Es masih merupakan pulau.

Sehingga kita bisa menemukan kesamaan flora dan fauna antar pulau yang dipisahkan oleh lautan luas. Misalnya, harimau Sumatra dan Jawa yang punah memiliki kesamaan. Spesies ini juga memiliki kemiripan dengan harimau Bengal di India.

Menurut teori ekstrim, harimau ini berenang dari satu pulau ke pulau lainnya. Teori yang lebih dapat diterima, bagaimanapun, adalah bahwa tanah yang mereka tempati terpisah karena naiknya permukaan laut. Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara yang dulunya satu kesatuan terbagi menjadi beberapa pulau.

Itulah awal atau cerita terbentuknya pulau Bali yang dimulai pada Zaman Es yang berakhir 6000 tahun silam.

Sejarah Bali kuno

Sekarang mari kita bahas sejarah pulau Bali di masa lalu. Pulau Bali sudah ada sejak zaman prasejarah dari 3000 hingga 2500 SM. Dihuni oleh orang Asia. Saat itu, pada 100 Masehi, orang-orang India turun tangan, sehingga kebudayaan India berkembang hingga sekarang.

Menurut cerita sejarah di Bali, konon era sejarah Bali sudah dimulai sebelum abad ke-8 Masehi. Hal tersebut terbukti dari bukti adanya prasasti di Desa Pejeng Gianyar yang diyakini berasal dari tahun 778.

Selain itu Bali memasuki era Kerajaan Hindu Majapahit pada tahun 1343 saat mereka mendirikan koloni pertama di Bali.

Diperkirakan bangsa Eropa datang ke Bali pada tahun 1585 ketika sebuah kapal Portugis kandas di semenanjung Bukit. Pada 1597 penjelajah Belanda menginvasi Bali. Dan ketika Perusahaan Dagang Hindia Timur didirikan pada 1602, pembentukan kolonial dimulai di Bali. Politik Belanda saling bertarung untuk mendapatkan kendali atas kerajaan-kerajaan di Bali.

Peristiwa yang terkenal di Bali pada tahun 1906 adalah peristiwa Puputan Badung, di mana keluarga kerajaan dan rakyat melakukan segalanya alih-alih menyerah kepada penjajah Belanda. Puputan Kusamba menyusul pada 1908 dan Puputan Klungkung pada 1908.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa nenek moyang orang Bali merupakan campuran dari India dan nusantara yaitu dari Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Asal muasal bahasa Bali

Bahasa Bali adalah bahasa Austronesia dari cabang Sundic dan khusus dari cabang Bali Sasak. Kedekatannya dengan bahasa Jawa hanya ada pada kosakatanya saja. Secara historis, bahasa Bali kuno digunakan sebelum abad ke-8 Masehi. Dilihat dari prasasti di Bali kuno.

Dan pada zaman modern ini, bahasa Bali dapat dibedakan menjadi dua dialek, yaitu dialek Bali Aga (dialek pegunungan) dan dialek Bali daratan (dialek umum). Disinilah asal muasal bahasa Bali rumpun bahasa Sasak di pulau Lombok.