Maraknya pandemi Covid19 yang sempat menghebohkan masyarakat rupanya membuat debitur pinjaman online resmi mengalami peningkatan. Pasalnya tidak banyak orang yang memiliki dana cadangan di dalam rekening tabungannya. Sehingga tidak mengherankan ketika ekonomi mengalami penurunan, satu-satunya cara survive adalah dengan berhutang.

Sebenarnya hutang tidak selalu memiliki dampak buruk bagi kehidupan tergantung bagaimana cara memanfaatkannya. Namun jika hutang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari atau kegiatan konsumtif lain, tentu saja adalah hal yang keliru. Pinjaman seperti itu hanya akan membuat seseorang terjerat hutang-hutang lainnya dikemudian hari.

Maka dari itu sebelum semuanya terlambat, sangat penting bagi seseorang untuk mengatur pos-pos keuangan dengan baik. Jika tidak begitu, selamanya akan bergantung pada pinjaman yang tidak ada habisnya.

Keuangan Terkontrol Hindari Pinjaman Online Resmi

Mengontrol keuangan untuk kualitas financial yang lebih baik dapat dilakukan dengan cara memporsikan pendapatan. Banyak ahli ekonomi menyarankan untuk membuat rasio pendapatan dengan perbandingan 40:30:20:10 dengan rincian sebagai berikut:

  • 40 persen kebutuhan dasar

Memaksimalkan penggunaan terbesar dari rasio pendapat untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari. Pastikan dianggarkan untuk: biaya makan, transportasi, listrik, dan lainnya.

  • 30 persen hutang

Gunakan 30 persen untuk cicilan produktif misalnya berhutang untuk membeli kendaraan yang diperuntukan untuk jasa sewa, atau hal lain. Jika tidak ada hutang yang harus dibayar, maka dana ini bisa dialokasikan untuk investasi. Ada banyak instrumen investasi yang bisa dicoba, maka pelajari dan mulailah!

  • 20 persen dana darurat

Cadangkan sebanyak 20 persen pendapatan untuk dana darurat. Uang ini akan sangat membantu apabila terjadi hal-hal mendesak. Dengan begitu seseorang tidak perlu lagi mecari pinjaman online resmi untuk sesuatu yang datang tiba-tiba. Jika memiliki asuransi, maka pembayaran premi bulanannya didapat dari rasio ini juga.

  • 10 persen menderma

Bersedekah tidak hanya mengenai kaum fakir saja, tapi bisa dimulai dari orang terdekat misalnya orang tua.

Mengatur keuangan dengan baik sebenarnya harus menjadi kebiasaan sejak dini, dimulai dari hal kecil misalnya memanajemen uang jajan dengan benar. Untuk pembagian rasionya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan mereka.

Hal ini akan menjadi pola kebiasaan yang terus menerus dilakukan hingga kelak dewasa. Jadi jangan lupa untuk ajarkan hal ini pada anak-anak sehingga memiliki kesadaran financial sejak dini dan terhindar dari pinjaman online resmi.

By skyweb